Dosen Komunikasi Politik UGM : Elektabilitas Prabowo-Gibran Tinggi Karena Ditopang Efek Jokowi

[ad_1]

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka berdasarkan hasil survei Litbang Kompas Desember 2023, unggul dibandingkan dua pasangan calon lainnya.

Keunggulan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 ini dinilai karena beberapa variabel.

Selain karena keberhasilan dari pengerahan tim kampanye, juga terdorong oleh approvel rate atau tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi yang juga tinggi. 

“Jadi elektabilitas Prabowo-Gibran ditopang juga oleh tingkat kepuasan pada pemerintahan Jokowi. Artinya Prabowo-Gibran berhasil mengkampanyekan sebagai penerus Presiden Jokowi,” kata Dosen Komunikasi Politik UGM, sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS), Nyarwi Ahmad Ph.D, Senin (11/12/2023). 

Berdasar hasil survei Litbang Kompas pada Desember 2023, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran mencapai 39,3 persen.

Kemudian disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) di angka 16,7 persen.

Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 15,3 persen.

Elektabilitas Ganjar-Mahfud dalam survei terbaru Litbang Kompas ini cenderung mengalami penurunan.

Menurut Nyarwi, penurunan elektabilitas pasangan calon nomor urut 3 ini karena mesin kampanyenya berjalan kurang efektif untuk mempertahankan basis dukungan. 

Sebab, approvel rate Presiden Jokowi tinggi tetapi pasangan ini justru menurun.

Idealnya, jika Ganjar-Mahfud direpresentasikan sebagai bagian dari sama-sama penerus Jokowi maka seharusnya basis dukungannya tetap bertahan bahkan diharapkan meningkat.

Tetapi mengapa justru menurun. Hal ini dinilai karena di mata pemilih dari dua kubu ini, kira-kira menunjukkan Prabowo dianggap lebih Jokowi dibanding Ganjar. 

Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa rangkaian peristiwa sebelumnya, yang mana tim Ganjar- Mahfud terutama dari Partai PDIP melakukan kritik cukup keras khususnya terhadap Jokowi, bukan pada pemerintahnya, melainkan pada kebijakan personal dan keluarga yang mencawapreskan Gibran.

Apalagi dikaitkan dengan keterlibatan iparnya Jokowi, hakim Anwar Usman, dalam polemik di Mahkamah Konstitusi (MK).

Di samping itu, faktor penurunan juga karena pasangan Ganjar- Mahfud dinilai gagal mendekati pemilih muda di gen Z dan Alfa, dibanding pasangan Prabowo-Gibran

Sedangkan, untuk pasangan Anies – Muhaimin, menurut Nyarwi, jika melihat dari hasil survei cenderung memiliki pemilih yang loyal dan militan.

Mereka umumnya terdiri dari orang-orang yang sudah memantapkan pilihan. 

“Kolamnya Amin ini kan di luar pemerintahan Jokowi. Artinya mereka yang tidak puas terhadap Jokowi. Kalau pakai data approvel rating Jokowi 70an persen yang puas, artinya 30 persen yang tidak puas. Kalau dilihat sekarang, kepuasan meningkat di angka 75 persen, maka 25 persen yang tidak puas. Artinya space pendukung pasangan Amin ini masih masuk akal di kurun 16,7 persen. Ditengah menurunnya Ganjar tapi basis Amin tidak tergerus. Nah ini menarik karena…

[ad_2]

Selengkapnya : https://jogja.tribunnews.com/2023/12/11/dosen-komunikasi-politik-ugm-elektabilitas-prabowo-gibran-tinggi-karena-ditopang-efek-jokowi

Sumber : https://jogja.tribunnews.com/2023/12/11/dosen-komunikasi-politik-ugm-elektabilitas-prabowo-gibran-tinggi-karena-ditopang-efek-jokowi