Aktivitas Ratusan Warga Desa Wironatan Terganggu Akibat Banjir Genangan



Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO – Aktivitas sehari-hari warga Dusun Gebangrejo, Desa Wironatan, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, harus terganggu akibat bencana banjir yang mengenang wilayah tersebut. 

Seorang warga setempat, Irma Febriani (22), mengatakan, sudah 3 hari banjir melanda desanya.

Banjir tersebut terjadi karena derasnya hujan yang melanda Kabupaten Purworejo dalam beberapa hari terakhir. 

“Di sini memang sudah langganan banjir setiap tahun. Karena lokasi desa berada di dataran rendah seperti cekungan. Sehingga ketika hujan deras, air hujan berkumpul dan menggenang di sini,” ungkapnya, Rabu (31/1/2024). 

Irma menyebut, ketika tidak ada hujan, air banjir sempat surut sekitar 2 cm. Namun, genangan banjir kembali naik, begitu hujan deras menguyur.

“Untuk tinggi air bervariasi mulai 20 cm sampai ada yang 1 meter di daerah lebih dalam (sebelah timur desa). Bisa bertambah kalau hujan deras datang lagi,” katanya. 

Ia tak menampik, akibat banjir aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Terutama para petani desa, tidak dapat bekerja di sawah karena lahannya tenggelam oleh banjir genangan. 

Masyarakat desa juga terhalang untuk pergi keluar rumah karena genangan banjir menutup akses jalan. Mereka pun terpaksa membuat getek (perahu) dari pelepah pisang atau pralon untuk menyebrangi jalan. Beruntung, BPBD Kabupaten Purworejo telah menerjunkan satu unit perahu LCR untuk akses aktivitas warga. 

“Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dan makanan. Karena akses mencari makanan terhalang banjir,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Irma menyebut sebagian masyarakat Desa Wironatan masih bertahan di rumah masing-masing. Mereka memilih belum mengungsi karena menganggap tinggi banjir genangan masih terkendali atau aman.

“Biasanya kami mengungsi kalau air sudah masuk rumah dan tingginya sedada orang dewasa,” ujarnya. 

Warga lain, Minanul Huda (26), menambahkan ada sekitar 50-an rumah yang sudah tergenang banjir. Sebagian dari mereka pun ada yang sudah mengungsi ke rumah saudara atau masih memilih menetap. 

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, Haryono, menyampaikan setidaknya ada sebanyak 160-170 KK terdampak banjir di Desa Winoratan, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Banjir tersebut terjadi karena luapan aliran sungai kecil dan saluran irigasi yang ada di wilayah tersebut. 

“Selain itu, berdasarkan mitigasi kami, banjir genangan juga terjadi karena ada pintu air yang tersumbat enceng gondok. Sehingga, air tidak bisa mengalir dengan lancar. Kami sedang asesment hal itu,” ungkapnya. 

Haryono menyampaikan, banjir genangan juga melanda 2 desa lain yang berada di Kecamatan Pituruh, yakni Desa Tasikmadu dan Desa Wonoyoso. 

“Kondisi tinggi air banjir di dua desa itu relatif rendah yakni sekitar 20-50 cm,” ujar dia.

“Kendati demikian, kami tetap upayakan koordinasi bersama TNI, Polri, dan masyarakat agar membantu membuka jalur yang efektif untuk menghilangkan…



Selengkapnya : https://jogja.tribunnews.com/2024/01/31/aktivitas-ratusan-warga-desa-wironatan-terganggu-akibat-banjir-genangan

Sumber : https://jogja.tribunnews.com/2024/01/31/aktivitas-ratusan-warga-desa-wironatan-terganggu-akibat-banjir-genangan